Tiongkok menuduh Meksiko memberlakukan hambatan perdagangan dan investasi melalui kenaikan tarif atas barang-barangnya, sebuah tanda bahwa perselisihan antara kedua mitra dagang tersebut – yang dipicu oleh meningkatnya tekanan dari Washington di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump – terus meningkat.
Menyusul pengumuman tersebut, yang merupakan kesimpulan dari penyelidikan yang pertama kali diluncurkan pada bulan September, Beijing kini siap untuk melakukan pembicaraan bilateral lebih lanjut atau meneruskan kasus ini ke badan penyelesaian sengketa multilateral, seperti Organisasi Perdagangan Dunia.
Revisi tarif Meksiko terhadap lebih dari 1.400 produk mulai berlaku pada tanggal 1 Januari. Bea tambahan berkisar antara 5 hingga 50 persen, dengan kategori produk seperti baja dan kendaraan menanggung beban terberat, menurut kementerian perdagangan Tiongkok.
Kementerian menambahkan bahwa kenaikan tersebut berdampak pada lebih dari US$30 miliar ekspor Tiongkok ke Meksiko, berdasarkan data perdagangan tahun lalu.
Selain tarif, kementerian mencatat bahwa tindakan tambahan – termasuk izin bea cukai yang berlarut-larut dan penerapan peraturan asal barang yang lebih ketat – juga dapat merupakan “diskriminasi atau pembatasan langsung atau tidak langsung” terhadap impor Tiongkok.











