Amerika Serikat pada hari Rabu menawarkan hadiah hingga US$3 juta dan kemungkinan relokasi sebagai imbalan atas informasi mengenai aktivitas keuangan kelompok kriminal Viv Ansanm dan Gran Grif di Haiti.
Pasukan keamanan Haiti, dengan dukungan pasukan yang didukung PBB dan perusahaan militer swasta AS, telah mengintensifkan serangan terhadap geng-geng bersenjata yang menguasai sebagian besar ibu kota namun belum melakukan penangkapan terhadap pemimpin besar geng tersebut.
Dulunya bergantung pada sponsor dari para elit, geng-geng di Haiti kini menjadi lebih mandiri secara ekonomi karena mereka memperkuat kendali atas ibu kota dan meluas ke daerah pedesaan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain mengendalikan jalan dan pos pemeriksaan, mereka dituduh mengumpulkan dana melalui pemerasan, penculikan ribuan orang dengan uang tebusan, penyelundupan senjata, narkoba dan organ tubuh, serta pencurian kendaraan, bangunan, dan hasil panen.











