Oliver Farry dengan senang hati menyambut Hayder Al-Shakeri, Peneliti program MENA di Chatham House. Al-Shakeri menggambarkan Irak sebagai negara yang menghadapi keseimbangan yang genting antara dua sekutu kuat yang konfliknya semakin berkembang di wilayahnya sendiri. Posisi ini tidak hanya bersifat diplomatis namun sangat struktural, berakar pada ketergantungan ekonomi, pengaturan keamanan, dan realitas geografis yang mengikat Irak secara bersamaan dengan Washington dan Teheran. Kurangnya lembaga-lembaga yang kuat, dan pemerintah pusat yang berfungsi penuh, membatasi kemampuan negara untuk memberikan respons.
Source












