Menteri Penerangan dan Orientasi Nasional, Mohammed Idris, telah mengumumkan bahwa total 8,453 delegasi diperkirakan akan berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Kongres Semua Progresif (APC) yang akan datang, yang diambil dari enam zona geopolitik negara tersebut.
Menteri menyatakan bahwa konvensi tersebut akan mencerminkan inklusivitas, persatuan, dan kematangan demokrasi partai, sekaligus memperkuat komitmennya untuk memajukan pembangunan nasional di bawah Agenda Harapan Baru Presiden Bola Ahmed Tinubu.
“Kami mengharapkan total 8.453 delegasi dari seluruh negeri. Ini jelas menunjukkan penyebaran nasional, inklusivitas, dan kekuatan organisasi partai besar kita,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis.
Berbicara lebih lanjut saat menjawab pertanyaan wartawan di Abuja, Menteri meyakinkan bahwa pengaturan komprehensif telah dibuat untuk mengakomodasi semua delegasi terakreditasi tanpa kecuali.
“Saya yakinkan tidak akan ada yang tertinggal. Partai sangat bertanggung jawab, dan anggaran kita punya mekanisme yang bisa disesuaikan untuk menampung seluruh delegasi,” ujarnya.
Idris juga mengungkapkan, pergerakan delegasi dan panitia dari berbagai daerah sejauh ini berjalan lancar dan bebas insiden.
“Saat ini, kami belum mencatat adanya insiden apa pun, dan kami memperkirakan tidak akan ada insiden apa pun. Hal ini mencerminkan membaiknya situasi keamanan dan pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di seluruh negeri,” tambahnya.
Menteri lebih lanjut mengungkapkan bahwa pusat media yang lengkap akan beroperasi di tempat konvensi untuk menjamin kebebasan arus informasi, dan semua organisasi media terakreditasi diberikan akses untuk peliputan.
“Akan ada pusat media untuk memastikan masyarakat Nigeria mendapatkan informasi yang memadai. Kami mengundang semua organisasi media, dan akreditasi akan diberikan untuk peliputan yang efektif,” katanya.
Ia mendesak para jurnalis untuk menjunjung profesionalisme dalam pemberitaan mereka, dan menyatakan bahwa “penting bagi kami untuk melaporkan secara bertanggung jawab, jujur, dan demi kepentingan nasional, mengingat bahwa Nigeria tetap menjadi inti dari semua yang kami lakukan.”











