- Bayo Adelabu telah meminta maaf kepada masyarakat Nigeria atas buruknya pasokan listrik, dengan alasan adanya faktor-faktor di luar kendali.
- Dalam keterangannya, Adelabu mengakui betapa sulitnya situasi tersebut, terutama pada musim kemarau yang suhu panasnya tinggi.
- Dia menjanjikan perbaikan dalam beberapa minggu dan menetapkan target pembangkit listrik sebesar 6.000 MW pada akhir tahun 2026.
Menteri Tenaga Listrik Nigeria, Bayo Adelabu, telah meminta maaf kepada masyarakat Nigeria atas buruknya pasokan listrik yang dialami seluruh negeri saat ini.
Permintaan maaf menteri tersebut muncul beberapa jam setelah laporan bahwa ia kalah dalam pencalonan gubernur Negara Bagian Oyo, karena ia mengatasi tantangan listrik yang sedang berlangsung yang mempengaruhi rumah, bisnis, dan industri.
Dalam keterangannya, Adelabu mengakui betapa sulitnya situasi tersebut, terutama pada musim kemarau yang suhu panasnya tinggi.
“Kami ingin meminta maaf kepada masyarakat Nigeria, secara resmi saat ini, yang disampaikan oleh saya sebagai Menteri Tenaga Listrik, atas masalah sementara yang menyebabkan kesulitan yang dialami, terutama selama musim kemarau ini, di mana terdapat begitu banyak panas di mana-mana,” katanya.
Dia menambahkan, “Bisnis terkena dampaknya, sekolah terkena dampaknya, dan industri terkena dampaknya. Kami tidak ingin berada dalam situasi ini, namun hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berada di luar kendali kami.”
Terlepas dari tantangan yang ada saat ini, menteri tersebut meyakinkan masyarakat Nigeria bahwa upaya untuk menstabilkan sektor listrik terus dilakukan dalam beberapa minggu mendatang. Ia juga berjanji pembangkitan listrik akan meningkat secara signifikan dengan target mencapai 6.000 megawatt pada akhir tahun 2026.
Permintaan maaf tersebut memicu reaksi beragam, banyak warga Nigeria yang menyatakan frustrasi atas pemadaman listrik yang terus-menerus, sementara yang lain tetap berharap bahwa perbaikan yang dijanjikan akan tercapai.










